Puskesmas Bojong Menteng Sukses Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Skrining Aktif TBC ke‑7

Penulis: Hengki

BEKASI, MEDIASI.COM — UPTD Puskesmas Bojong Menteng kembali mewujudkan komitmennya dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat melalui program pemeriksaan kesehatan gratis yang terintegrasi dengan skrining dan pelacakan aktif kasus Tuberkulosis (TBC). Kegiatan tahap ketujuh ini dilaksanakan di Posyandu Gandaria 2, RW 05, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Jumat (9/10/2026).

Dengan konsep pelayanan “Jemput Bola”, tim Puskesmas mendatangi lingkungan warga untuk memudahkan akses pemeriksaan, terutama bagi kelompok berisiko tinggi. Antusiasme warga juga sangat terlihat, 100 kuota pemeriksaan yang disediakan telah terpenuhi sejak pagi hari.

Dalam kegiatan tersebut, tim medis memberikan rangkaian layanan kesehatan komprehensif tanpa biaya. Mulai dari krining dan deteksi dini TBC melalui pemeriksaan gejala klinis (terutama batuk persisten ≥ 2 minggu).
​
Kemudian, pemeriksaan laboratorium sederhana berupa pengambilan dan pengujian sampel dahak bagi warga terindikasi TBC.
​Pemeriksaan fisik dasar (pengukuran tinggi badan, berat badan, tekanan darah). Skrining penyakit tidak menular (pengecekan kadar gula darah dan kolesterol). Dan, edukasi kesehatan serta pemberian Terapi Pencegahan TBC (TPT) bagi warga berisiko tinggi sesuai standar medis.

Kepala UPTD Puskesmas Bojong Menteng, dr. Chairul Inda, menjelaskan bahwa sasaran utama program ini adalah kelompok yang memiliki risiko penularan TBC lebih tinggi, yaitu penderita diabetes melitus, perokok, warga dengan kondisi gizi kurang, serta mereka yang memiliki riwayat kontak erat serumah dengan penderita TBC.

Warga Bojong Menteng saat mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis dan skrining aktif TBC

“Kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan pelaksanaan instruksi langsung dari Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Kota Bekasi untuk menekan penyebaran TBC yang masih menjadi ancaman kesehatan serius,” ujar dr. Chairul di lokasi kegiatan.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus bergerak secara berkelanjutan untuk memutus rantai penularan sekaligus menurunkan angka kasus TBC di wilayah Rawalumbu dan sekitarnya.

Menurutnya, kegiatan ini berjalan dengan baik berkat sinergi antara UPTD Puskesmas Bojong Menteng, Dinas Kesehatan Kota Bekasi, perangkat kecamatan, serta pengurus RT/RW dan pengurus posyandu setempat.

Atas terselenggaranya program ini, disampaikan apresiasi setinggi‑tingginya kepada seluruh jajaran Kepala dan Tim UPTD Puskesmas Bojong Menteng beserta mitra kerja. Tim telah menunjukkan kinerja yang sungguh‑sungguh, terencana, dan berkelanjutan dalam menjangkau warga secara langsung, memberikan pelayanan pemeriksaan dini, serta menyebarkan pemahaman pencegahan penyakit.

Upaya “Jemput Bola” yang dilakukan sangat membantu masyarakat, terutama kelompok berisiko, agar lebih mudah mendapatkan akses kesehatan tanpa hambatan jarak maupun biaya. Semoga semangat dan kerja sama ini terus ditingkatkan guna mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari penularan TBC di wilayah Bojong Menteng. (ADV)