Di Usia Senja, Pak Ismawan Dorong Istri di Kursi Roda Usang Mengais Rezeki di Jalanan Kota Bekasi

Penulis: Hengki Siregar

BEKASI, MEDIASI.COM — Di balik hiruk-pikuk Kota Bekasi, sebuah pemandangan menyentuh hati terlihat di Jalan Mawar, Kelurahan Kali Baru, Kecamatan Medan Satria, pada Kamis (10/9/2026). Sepasang lansia tampak berjuang menembus lelah: Pak Ismawan (81 tahun) perlahan mendorong kursi roda yang sudah tidak muda lagi, di mana istrinya, Ibu Sartinah (83 tahun), duduk lemah di atasnya. Kursi itu pun bukan milik mereka — sekadar pinjaman dari tetangga, namun menjadi satu-satunya penopang langkah keduanya mencari sesuap nasi.

Pak Ismawan dan Ibu Sartinah tinggal di RT 01 RW 03, Kelurahan Kali Baru, di sebuah rumah kontrakan yang sederhana. Di usia yang seharusnya dirawat, justru merekalah yang harus berjuang — terlebih anak mereka juga sedang sakit dan belum mampu menopang kehidupan orang tua.

“Saya begini, Pak, dorong istri saya berharap ada yang kasih rezeki di jalan. Saya juga sedang sakit,” ucap Pak Ismawan dengan suara lemah, sambil menahan napas sejenak setelah mendorong kursi roda itu cukup jauh.

Belum ada kartu BPJS Kesehatan yang melindungi mereka. Saat berobat ke puskesmas, hanya bermodalkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Saya belum ada BPJS, Pak, cuma pakai KTP saja ke puskesmas. Ini saya juga lagi sakit,” tegasnya sambil menunjukkan bungkusan obat yang didapat — bukti tubuhnya pun tak sepenuhnya bugar.

Harapan di Tangan Pemerintah

Kisah ini tak luput dari perhatian. Kepala Kesejahteraan Sosial (Kesos) Kelurahan Kali Baru, Jumadi, menyatakan akan segera memproses data keduanya untuk mengajukan bantuan kursi roda resmi ke Dinas Sosial Kota Bekasi — yang memang memiliki program tersebut bagi warga lanjut usia maupun penyandang disabilitas yang membutuhkan.

“Nanti dibantu untuk data-datanya, dan akan kita teruskan ke Dinas Sosial Kota Bekasi,” ujar Jumadi.

Namun bagi Pak Ismawan dan Ibu Sartinah, harapan tak berhenti di kursi roda. Mereka berdoa agar Pemerintah Kota Bekasi dan dinas terkait dapat lebih memperhatikan kehidupan mereka — bukan sekadar alat bantu, melainkan jaminan kesehatan, perlindungan sosial, dan kesejahteraan yang layak di masa senja.

Langkah kecil Pak Ismawan mendorong kursi roda itu bukan sekadar mencari belas kasih. Itu adalah bukti cinta suami pada istri yang tak pernah lelah, sekaligus pengingat bagi kita semua: masih ada warga kita yang berjuang di pinggir jalan, menunggu uluran tangan negara yang seharusnya sudah ada di samping mereka. Semoga bantuan datang secepatnya, sebelum langkah mereka semakin tertinggal. (HS)