JAKARTA, MEDIASI.COM — Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menghadiri penandatanganan perjanjian kerja sama pengelolaan sampah antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Acara penandatanganan berlangsung di Aula Letjen TNI GPH. Djati Kusumo, Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Perjanjian kerjasama ditandatangani langsung Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe bersama Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dan disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa Indonesia saat ini sedang dalam kondisi darurat sampah. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2024, terdapat 22,17 juta ton sampah yang belum terkelola dengan baik, sementara lebih dari 54 persen masih ditampung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan sistem pembuangan terbuka yang sudah tidak memadai.
Pemerintah pun kini melangkah lebih jauh. Tidak hanya mengubah sampah menjadi listrik, tetapi mulai mengolah tumpukan sampah lama yang sudah menggunung di TPA menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM). Program ini akan dijalankan bersama BRIN, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta TNI.
“Sebelumnya sampah diubah menjadi listrik. Sekarang kita kerja sama lagi, sampah diolah menjadi BBM atau energi terbarukan bersama TNI, dengan teknologi dari BRIN dan Dikti,” ungkap Zulkifli Hasan.
Pengolahan sampah menjadi BBM ini menggunakan teknologi pirolisis, yaitu proses penguraian bahan organik melalui pemanasan suhu tinggi. Berbeda dengan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang memanfaatkan sampah baru yang masuk setiap hari, teknologi pirolisis ditujukan khusus untuk mengolah tumpukan sampah lama yang sudah menumpuk bertahun-tahun.
“Kita sudah punya sampah yang menggunung, setinggi gedung 16 lantai. Seperti di Bantargebang. Tumpukan sampah yang tinggi-tinggi itulah yang akan diolah menjadi BBM,” jelas Zulhas, panggilan akrab Zulkifli Hasan.
Disebutkan pula, diperkirakan pada tahun 2029 timbunan sampah nasional mencapai 146.780 ton per hari. Untuk itu, pemerintah menyiapkan lima jalur pendekatan teknologi dalam pengelolaannya:
– 12,4% diolah melalui pengolahan organik dari sumber;
– 19,8% melalui TPS-3R di bank sampah induk;
– 25,3% melalui TPST Bahan Bakar Turunan (RDF);
– 20% melalui teknologi pirolisis menjadi BBM;
– 22,5% melalui proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).
“Sampah tidak lagi sebagai beban, melainkan sebagai sumber energi dan bagian dari cita-cita kemandirian energi nasional,” tegas Zulhas.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menyambut baik kerja sama ini sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif. Menurutnya, penerapan teknologi canggih harus dibarengi dengan kesadaran warga dalam memilah sampah sejak dari rumah tangga.
“Kami sangat menyambut baik kolaborasi memanfaatkan teknologi dalam pengelolaan sampah menjadi energi terbarukan. Namun hal ini juga harus dibarengi dengan pola hidup masyarakat, yakni pemilahan sampah dari sumbernya. Mari kita wariskan budaya bijak dalam mengelola sampah demi masa depan dan generasi kita selanjutnya,” tutup Wawali Harris Bobihoe.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah nyata bagi Kota Bekasi dalam menekan volume sampah sekaligus mengubah persoalan lingkungan menjadi sumber energi yang bermanfaat. (EZ/Dokpim)
Baca koranmediasi.com untuk mendapatkan berita aktual, baik lokal maupun nasional. Disajikan secara tegas, lugas, dan berimbang.
