Ketua Kadin Kota Bekasi, QRS: Kunci UMKM Naik Kelas, Perkuat Legalitas dan Digitalisasi

I-Boss Expo 2026 Jadi Wadah Penguatan Brand Lokal dan Peluang Kemitraan Bisnis

Editor: Gokma Siregar
Qadar Ruslan Siregar, Ketua Kadin Kota Bekasi bersama pengusaha sukses perempuan, Cri Puspa Dewi Motik

BEKASI, MEDIASI.COM – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bekasi, Qadar Ruslan Siregar, menegaskan bahwa peningkatan kewirausahaan dan perekonomian Kota Bekasi harus didorong melalui pembenahan menyeluruh, mulai dari kepastian legalitas, penguasaan teknologi, hingga pembukaan akses pasar yang lebih luas. Pernyataan ini disampaikan di ajang bergengsi The 2nd IBOS EXPO 2026.

Qadar Ruslan Siregar yang akrab disapa QRS juga menjabarkan strategi utama penguatan ekonomi daerah yang berfokus pada empat pilar utama di perhelatan Indonesia Brand and Business Opportunity Show (I-Boss Expo) 2026 yang berlangsung di Main Stage, Bekasi Convention Center (BCC), Kota Bekasi, Jumat (7/8/2026).

Pertama, pemenuhan legalitas dan standar produk. Pelaku usaha, khususnya UMKM, dibimbing untuk mengurus izin edar, sertifikasi BPOM, hingga sertifikasi halal. Dengan kelengkapan dokumen tersebut, produk lokal Kota Bekasi tidak hanya layak dikonsumsi, tetapi juga memenuhi syarat masuk ke pasar modern, ritel besar, dan pasar ekspor.

Kedua, percepatan digitalisasi usaha. Mengubah cara pemasaran dari konvensional ke pemasaran daring serta pembayaran digital menjadi keharusan. Langkah ini memperluas jangkauan pasar hingga ke luar kota maupun luar negeri tanpa dibatasi jarak dan waktu.

Ketiga, penanaman jiwa kewirausahaan sejak dini. Edukasi dan sosialisasi tentang kewirausahaan serta koperasi digalakkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat, agar generasi muda Bekasi tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja.

Keempat, memperluas akses permodalan. Mempermudah akses pembiayaan dan membuka peluang kemitraan strategis bagi pelaku usaha mikro agar modal bukan lagi penghalang untuk berkembang.

“Kami berharap melalui ajang The 2nd IBOS EXPO 2026 ini, seluruh elemen masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah dapat bersinergi agar potensi ekonomi yang digali melalui berbagai pelatihan dan pameran ini benar-benar terwujud dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Bekasi,” pungkas QRS.

Sebelumnya, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto
dalam sambutannya menyatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi ingin membuka peluang usaha yang lebih luas bagi pelaku usaha untuk mempercepat pertumbuhan bisnis dan perekonomian masyarakat Kota Bekasi.

“I-Boss Expo kami hadirkan sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pemilik brand dengan calon mitra bisnis, baik melalui skema franchise and partnership, distributor, keagenan, reseller, kerja sama maklon, maupun brand affiliate. Kami ingin membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha untuk mempercepat pertumbuhan bisnisnya,” ujar Tri Adhianto.

Menurutnya, kolaborasi antara ABI, Info Brand Group, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi modal penting dalam mendorong lahirnya lebih banyak brand lokal yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Ajang ini diharapkan menjadi momentum nyata di mana para pelaku usaha dapat bertemu, berjejaring, memamerkan produk, sekaligus memanfaatkan peluang kemitraan yang tersedia. Dengan dukungan legalitas yang rapi dan kemampuan digital yang mumpuni, produk-produk lokal Bekasi siap tampil lebih percaya diri dan berdaya saing tinggi.

Untuk diketahui, event ini digagas Asosiasi Brand Indonesia (ABI) bersama Info Brand Group, menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pemilik brand dengan calon mitra usaha sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional.

Kegiatan ini mendapat dukungan Kementerian Perdagangan RI dan Pemerintah Kota Bekasi. Tujuan kegiatan ini untuk menghadirkan berbagai peluang kerja sama bisnis, mulai dari franchise and partnership, distributor, keagenan, reseller, kerja sama maklon hingga brand affiliate.

Hal itu dikatakan Ketua Panitia Pelaksana I-Boss Expo 2026, Tri Raharjo. Menurutnya, pameran ini dirancang untuk membuka akses yang lebih luas bagi pelaku usaha agar mampu mempercepat pertumbuhan bisnis melalui pola kemitraan yang terstruktur. (*)