BEKASI, MEDIASI.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi segera menindaklanjuti laporan warga mengenai dugaan pencemaran udara di wilayah RT 03 RW 01, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang. Warga melaporkan adanya asap yang diduga berasal dari aktivitas pembakaran arang batok untuk bahan baku briket di lokasi tersebut.
Warga setempat mengeluhkan asap yang dihasilkan mengganggu kenyamanan dan berpotensi menurunkan kualitas udara di lingkungan permukiman sekitar.
Merespons pengaduan itu, DLH Kota Bekasi langsung menerjunkan tim teknis ke lokasi untuk melakukan investigasi lapangan. Kegiatan ini bertujuan mengumpulkan data dan informasi secara lengkap, guna memastikan kondisi sebenarnya melalui hasil pemantauan dan pengukuran langsung.
Kepala DLH Kota Bekasi Kiswatiningsih menyampaikan, peninjauan ini merupakan respons cepat pemerintah daerah terhadap setiap laporan masyarakat terkait dugaan kerusakan lingkungan.
“Kami telah menurunkan tim teknis untuk melakukan pengawasan dan pengambilan data kualitas udara di sekitar lokasi. Data yang diperoleh nanti menjadi dasar objektif untuk menentukan apakah benar terjadi pencemaran atau tidak, sesuai kaidah ilmiah,” ujar Kiswatiningsih.
Selain memantau kualitas udara, tim juga akan memeriksa kepatuhan pelaku usaha terhadap aturan perlindungan lingkungan, mulai dari kelengkapan perizinan hingga pengelolaan dampak lingkungan sesuai peraturan yang berlaku.
Hasil seluruh pengukuran dan pemeriksaan akan dianalisis secara mendalam. Apabila ditemukan pelanggaran atau kadar yang melebihi baku mutu lingkungan, pihak berwenang akan mengambil langkah penindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
DLH Kota Bekasi juga mengapresiasi peran aktif warga yang berani menyampaikan pengaduan. Partisipasi masyarakat dinilai sangat penting agar potensi pencemaran bisa terdeteksi dan ditangani lebih dini.
Masyarakat diimbau untuk terus melaporkan setiap dugaan pencemaran lingkungan melalui saluran pengaduan resmi pemerintah daerah. Setiap laporan akan ditindaklanjuti secara profesional dan berbasis verifikasi fakta di lapangan. (*)
Baca koranmediasi.com untuk mendapatkan berita aktual, baik lokal maupun nasional. Disajikan secara tegas, lugas, dan berimbang.
