Hidupkan Pasar Tradisional, Disdagperin Kota Bekasi Bersama SMPN 5 Ajak Siswa Berbelanja di Pasar Seroja

Penulis: Hengki

BEKASI, MEDIASI.COM — Di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan maraknya pusat perbelanjaan modern di Kota Bekasi, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) bekerja sama dengan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Harapan Jaya mengadakan kegiatan edukatif untuk memperkenalkan pasar tradisional secara langsung kepada para siswa. Kegiatan ini berlangsung di Pasar Seroja, Kamis (29/10/2026).

​Kepala Sekolah SMPN 5 Harapan Jaya, Sujirman, menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk mengenalkan bentuk pasar tradisional secara langsung kepada peserta didik sekaligus mendukung program Pemerintah Kota Bekasi dalam memajukan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

​”Kegiatan ini adalah program Pemerintah Kota Bekasi untuk meningkatkan UMKM, termasuk pasar tradisional,” ujar Sujirman saat ditemui di lokasi pasar.

​Selain mendukung sektor UMKM, kegiatan tersebut juga diintegrasikan dengan proses pembelajaran di sekolah, khususnya untuk melatih kemampuan numerasi siswa, melatih keterampilan membandingkan kualitas dan harga barang antar-pedagang, serta melatih kemandirian, rasa tanggung jawab, dan kejujuran.

​”Ini juga melatih siswa-siswi untuk mandiri, bertanggung jawab, serta menerapkan kejujuran kepada anak. Ini sudah kegiatan yang ketiga; kelas VII pada hari Selasa, kelas VIII di hari Rabu, dan ini kegiatan yang ketiga untuk kelas IX,” ungkapnya.

​Kegiatan ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para siswa. Salah satu siswa mengaku sangat senang bisa berbelanja bersama teman-teman sekolah dan merasakan pengalaman langsung bertransaksi di pasar tradisional dengan harga yang terjangkau.

​”Saya beli cabai campur seperapat, sama bawang merahnya seperapat, kue pancong lima ribu, sama es jagonya dua belas ribu, habis empat puluh tujuh ribu,” ujar siswa tersebut dengan antusias.

​Melalui gerakan belanja di pasar tradisional ini, Kepala Sekolah SMPN 5 Harapan Jaya berharap para orang tua dan masyarakat luas semakin terdorong untuk berbelanja ke pasar tradisional, sehingga eksistensi pasar rakyat dan UMKM di Kota Bekasi dapat terus berkembang. (Hengki)