Patroli Perintis Presisi Polda Metro Jaya Amankan 18 Pemuda Diduga Hendak Lakukan Tawuran

Penulis: M. Sormin

JAKARTA, MEDIASI.COM — Tim Patroli Perintis Presisi Direktorat Samapta Polda Metro Jaya berhasil mengamankan sebanyak 18 pemuda yang diduga merencanakan aksi tawuran di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Pusat. Operasi patroli ini dilaksanakan sejak Jumat petang hingga Sabtu (17/10/2026) dinihari.

Direktur Samapta Polda Metro Jaya Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya pencegahan aksi kekerasan jalanan guna memberikan rasa aman bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas maupun beristirahat dengan tenang, tanpa terganggu aksi tawuran atau kekerasan jalanan. Karena itu, patroli terus kami lakukan, termasuk menindaklanjuti informasi dari warga. Terhadap para pemuda yang diamankan, penanganannya dilakukan secara proporsional melalui pemeriksaan dan pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkap Wahyu kepada wartawan, Sabtu (17/10/2026).

Menurutnya, patroli ini digelar bersama Polwan dan jajaran Polres setempat, menyasar titik-titik rawan gangguan keamanan antara lain Jalan Tanah Mas I Jakarta Timur, kawasan Pasar Loak dan Kebon Kosong Kemayoran Jakarta Pusat, serta Jalan Raden Inten Jakarta Timur.

Pada Jumat petang di Jalan Raden Inten, petugas menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan rencana tawuran. Meskipun kelompok utama telah membubarkan diri, tim masih menyisir kawasan dan mengamankan tiga pemuda beserta dua bilah celurit, dua ponsel genggam, dan dua sepeda motor.

Operasi dilanjutkan ke wilayah Jakarta Pusat. Sekitar pukul 03.17 WIB di Jalan Pasar Loak dan Jalan Benda Barat Kemayoran, petugas mengamankan empat pemuda yang diduga membawa senjata tajam dan berusaha melarikan diri saat melihat kehadiran polisi. Dari lokasi tersebut disita dua bilah celurit, satu ponsel genggam, dan satu sepeda motor.

Kemudian pada Sabtu dinihari sekitar pukul 03.45 WIB di Jalan Tanah Mas I Jakarta Timur, petugas mengamankan 11 pemuda yang sedang melakukan konvoi dan diduga hendak tawuran. Barang bukti yang disita berupa satu bilah celurit, satu batang besi panjang, tujuh ponsel genggam, dan empat sepeda motor.

Sebelas pemuda dari Jalan Tanah Mas I dibawa ke Gedung Direktorat Samapta Polda Metro Jaya untuk mendapatkan pembinaan rohani dan mental serta pemeriksaan lebih lanjut. Sementara empat pemuda dari Kemayoran diserahkan ke Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, dan tiga pemuda dari Jalan Raden Inten dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur. Pihak kepolisian masih mendalami keterlibatan masing‑masing pemuda berdasarkan hasil pemeriksaan dan barang bukti yang ditemukan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa patroli ini merupakan wujud nyata tagline “Polisi Bersama Masyarakat”, dengan tujuan mencegah gangguan keamanan sebelum menimbulkan korban jiwa.

“Polisi Bersama Masyarakat bukan hanya tentang kehadiran petugas di lapangan, tetapi bagaimana kehadiran itu benar‑benar memberikan dampak dan rasa aman bagi warga. Ketika masyarakat bisa beristirahat dengan tenang, anak‑anak terlindungi dari pengaruh kekerasan, dan lingkungan terjaga dari potensi tawuran, di situlah pelayanan kepolisian dirasakan manfaatnya. Kami juga mengapresiasi warga yang peduli dan memberikan informasi kepada petugas,” ujar Budi Hermanto.

Polda Metro Jaya mengajak orang tua, keluarga, dan lingkungan masyarakat untuk ikut memperhatikan anak dan remaja agar tidak terlibat aksi kekerasan. Masyarakat diimbau tidak ragu menghubungi layanan kepolisian nomor 110 jika mendapati gangguan keamanan dan ketertiban umum di sekitar tempat tinggal.

“Kepedulian bersama dan komunikasi yang baik diharapkan dapat membantu menjaga lingkungan tetap aman dan nyaman bagi seluruh warga,” pungkasnya. (MS)