Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus: Korve Akan Jadi Agenda Rutin di Kabupaten Toba

Penulis: Marjoku Sormin

BALIGE, MEDIASI.COM – Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah yang berlangsung pada 2 Februari lalu di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Presiden Prabowo mangkampanyekan korve di semua lingkungan sipil. Kata korve terbilang baru di lingkungan sipil karena selama ini hanya jamak digunakan di lingkungan militer.

Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus dalam arahannya saat memimpin apel gabungan ASN di lingkungan Pemkab Toba pada Senin (23/2/2026) pagi menjelaskan bahwa korve adalah melaksanakan tugas tambahan di luar tugas pokok.

“Ini trend di dunia militer, tetapi sekarang juga sudah trend di dunia sipil.
Sasaran utama dari curve adalah kebersihan,” kata Wakil Bupati menjelaskan.

Wakil Bupati menyebut, perintah yang disampaikan oleh Presiden Prabowo tidak hanya untuk militer, tetapi juga untuk sipil mulai dari pemerintah propinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga desa.

Mantan Sekda Toba ini menjelaskan, kurve menjadi hal yang sangat penting mengingat kondisi lingkungan Indonesia saat ini sudah semakin kotor.

“Latar belakangnya adalah adanya penilaian dunia internasional yang menyebut Indonesia sangat kotor saat ini,” lanjut Wakil Bupati.

Deceritakannya, pada suatu kesempatan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Badung, Made Rae Warasthuti pernah berdiskusi dengan beliau dan menyebut sudah nyaris menyerah untuk mengurus sampah.

“Beliau bilang sudah hampir menyerah. Padahal beliau sudah sering diundang oleh negara lain untuk dilatih bagaimana cara mengolah sampah. Korea Selatan, Jepang, Cina dan Vietnam sudah pernah mengundang beliau,” lanjut Wakil Bupati.

Dari informasi itu Wakil Bupati Toba menyebut bahwa negara luar turut berpartisipasi untuk menjaga lingkungan Indonesia meski mereka hanya sekali atau dua kali datang ke Indonesia. “Nah kita, yang setiap hari melihat sampah itu, apakah kita tidak terganggu?” ujar Wakil Bupati mengingatkan.

Untuk menjaga kebersihan lingkungan, Wakil Bupati memerintahkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Toba menjadi koordinator untuk menggelar kurve dan menjadikan kegiatan tersebut menjadi rutinitas dan melibatkan masyarakat. “Nanti Pak Sekda dan Asisten 2 bantu dalam pembuatan konsep. Ini harus menjadi kegiatan rutin,” perintah Wakil Bupati.

Selain persoalan sampah, Wakil Bupati juga menyinggung pelaksanaan berbagai kegiatan dalam menyambut perayaan HUT Kabupaten Toba pada Maret mendatang, mengingatkan agar setiap kegiatan yang dilakukan tidak sekadar seremonial tetapi harus ada pesan moral dan pesan positif lainnya. (MS)