BEKASI, MEDIASI.COM — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bekasi mulai menjajaki kolaborasi dengan Perum Bulog Cabang Karawang untuk memperkuat rantai pasok kebutuhan pokok di wilayah Kota Bekasi. Penjajakan ini terwujud melalui silaturahmi antara Ketua Kadin Kota Bekasi Qadar Ruslan Siregar dengan Kepala Kantor Cabang Bulog Karawang, Rafi.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kerja sama guna menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan komoditas pangan lain. Kolaborasi ini juga ditujukan untuk mendukung pelaksanaan program Gerai Keren Pemerintah Kota Bekasi.
Ketua Kadin Kota Bekasi Qadar Ruslan Siregar menyampaikan bahwa Kadin berperan sebagai jembatan penghubung antara dunia usaha, pemerintah daerah, dan lembaga pangan guna membangun rantai pasok yang lebih efisien.
“Kami sedang menjajaki bagaimana Kadin bisa menjadi jembatan antara Bulog dengan pelaku usaha di Kota Bekasi. Prinsipnya bagaimana suplai pangan bisa lebih dekat, efisien dan memberikan manfaat bagi pelaku usaha maupun masyarakat,” ujar Qadar Ruslan Siregar yang akrab disapa QRS.
Menurut QRS, penjajakan dengan Bulog merupakan bagian dari upaya Kadin mendukung visi dan program Wali Kota Bekasi Tri Adhianto untuk membangun ekosistem ekonomi yang kuat serta menghadirkan akses kebutuhan pokok yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Tentu harapannya Kadin bisa menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Apa yang menjadi program Pak Wali Kota, sepanjang bisa kami dukung melalui jaringan dunia usaha dan pemangku kepentingan, tentu akan kami bantu dorong agar implementasinya semakin kuat,” katanya.
Diketahui, Gerai Keren adalah program turunan dari Kartu Keren yang menjadi komitmen utama Pemerintah Kota Bekasi. Kadin melihat ada peluang untuk mempertemukan kebutuhan program pemerintah dengan jaringan pelaku usaha di tingkat masyarakat.
QRS menjelaskan bahwa pembahasan kerja sama ini masih berada pada tahap penjajakan. Kedua pihak akan mematangkan skema kerja sama sebelum dituangkan ke dalam nota kesepahaman (MoU).
“Kita masih dalam tahap pembicaraan dan penjajakan. Kalau skemanya sudah matang, tentu kita ingin ada kerja sama yang lebih konkret melalui MoU,” ujarnya.
“Kami ingin membangun ekosistemnya terlebih dahulu. Bagaimana pelaku usaha bisa mendapatkan akses pasokan yang baik, kemudian program pemerintah juga bisa berjalan lebih efektif. Semua ini sedang kita matangkan,” tambah dia.
Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Bulog Karawang, Rafi, menyambut baik komunikasi yang dibangun Kadin Kota Bekasi. Ia menilai pertemuan ini sebagai langkah awal untuk mengembangkan potensi kerja sama dalam menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi pangan di wilayah kerjanya.
Kedua pihak sepakat melanjutkan pembahasan untuk mematangkan bentuk kolaborasi, termasuk kemungkinan kerja sama formal melalui penandatanganan MoU. Kadin Kota Bekasi berharap penjajakan ini menjadi langkah awal membangun rantai pasok pangan yang lebih kuat serta memperluas ruang sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan Perum Bulog.
Bagi Kadin, langkah ini merupakan bagian dari komitmen mendukung agenda pembangunan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto melalui kolaborasi lintas sektor yang konkret dan terukur dengan Kantor Cabang Bulog Karawang yang membawahi wilayah kerja Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi.
“Kita tidak ingin hanya bicara tentang dunia usaha, tetapi ikut membuka jalan agar program pemerintah bisa mendapatkan dukungan dari dunia usaha dan pemangku kepentingan. Kalau semua bergerak bersama, manfaatnya akan lebih besar untuk masyarakat Kota Bekasi,” pungkas QRS. (*)
Baca koranmediasi.com untuk mendapatkan berita aktual, baik lokal maupun nasional. Disajikan secara tegas, lugas, dan berimbang.
