BEKASI, MEDIASI.COM — Polres Metro Bekasi Kota menggelar pertemuan bersama 127 kepala sekolah menengah negeri dan swasta di Aula SMA Negeri 1 Kota Bekasi, belum lama ini. Forum ini menjadi langkah awal penguatan perlindungan generasi muda dari pengaruh buruk informasi digital serta risiko keterlibatan dalam aksi yang membahayakan.
Di antara para peserta yang mendukung gerakan ini adalah Kepala SMA Negeri 17 Kota Bekasi, Ari Isnaeni Puspita, yang telah menjalankan program serupa bernama “Jaga Pelajar” di lingkungan sekolahnya.
Dalam program “Jaga Pelajar”, personel Polres Metro Bekasi Kota beserta jajaran Polsek bertugas sebagai Bapak Asuh di setiap kelas. Mereka berinteraksi secara rutin, berkoordinasi dengan wali kelas dan guru bimbingan konseling, serta membuka ruang bagi siswa untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi agar dapat ditangani sejak dini.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Jawa Barat, Dr. Hj. Rina Parlina, menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada mutu akademik, melainkan juga pembentukan karakter dan perlindungan terhadap anak. Ia menambahkan bahwa sekolah, keluarga, dan kepolisian harus bergerak bersama agar pelajar tidak terseret ke dalam perilaku yang melanggar hukum.
Ketua FKKS SMK Kota Bekasi, Wawan Kuswandi juga menyambut baik kehadiran program Bapak Asuh ini. Menurutnya, keamanan siswa adalah tanggung jawab bersama, sehingga diperlukan peran kepolisian sebagai mitra sekolah saat siswa membutuhkan bantuan.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, menyoroti derasnya arus informasi digital yang dapat memengaruhi pemahaman pelajar.
“Hoaks, misinformasi, dan disinformasi dapat membentuk persepsi keliru, menggerakkan emosi, serta mendorong keputusan tanpa pemahaman utuh. Jika dibiarkan, informasi semacam itu dapat menjadi pemicu peristiwa yang berujung pada tragedi,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa pelajar tidak boleh dimanfaatkan untuk terlibat dalam aksi tanpa memahami tujuan dan risikonya.
“Anak-anak tidak boleh dimobilisasi, dieksploitasi, apalagi dijadikan martir dalam suatu peristiwa. Keselamatan dan hak belajar mereka harus ditempatkan di atas kepentingan apa pun,” tandas Kombes Putu Kholis.
Program “Jaga Pelajar” yang dijalankan Kepala SMA Negeri 17 Kota Bekasi Ari Isnaeni Puspita, mengutamakan upaya pencegahan melalui pendampingan berkelanjutan, selaras dengan arahan Polres Metro Bekasi Kota.
Tujuan utamanya agar para pelajar tumbuh dengan rasa aman, mampu menyaring informasi secara kritis, memiliki ruang berkarya, dan memiliki arah yang jelas untuk meraih cita‑cita. (*)
Baca koranmediasi.com untuk mendapatkan berita aktual, baik lokal maupun nasional. Disajikan secara tegas, lugas, dan berimbang.
