Pekerjaan Saluran di Jalan KH Muchtar Tabrani Bekasi Utara Disorot Warga, Papan Proyek Tak Terpasang

Dinas Bina Marga dan SDA Dinilai Lemah Pengawasan

Penulis: Hengki Siregar

BEKASI, MEDIASI.COM — Proyek pembangunan saluran air atau udith di Jalan KH. Muchtar Tabrani, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, menjadi sorotan tajam warga sekitar. Kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) ini bertujuan melancarkan aliran air guna mencegah banjir saat musim hujan, namun pelaksanaannya dinilai berjalan tanpa persiapan dan pengukuran yang memadai.

Pantauan awak media di lokasi kegiatan pada Jumat (14/8/2026), pembuatan kemiringan dasar saluran terlihat tidak menggunakan benang penanda maupun patok ukur. Di bagian dasar galian pun masih tergenang air selokan dan tidak ditemukan pengerjaan lantai coran (LC) sebagaimana seharusnya. Hal ini menimbulkan kekhawatiran warga mengenai kualitas dan ketahanan bangunan saluran tersebut di masa mendatang.

Selain aspek teknis, ketidaktransparanan juga menjadi keluhan utama. Papan informasi proyek yang wajib dipasang di lokasi pembangunan sama sekali tidak terlihat. Padahal, kewajiban ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik serta Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, yang mewajibkan setiap kegiatan pembangunan dari anggaran negara maupun daerah agar dapat diawasi dan diketahui oleh masyarakat luas.

Hal ini disampaikan salah warga setempat yang tidak bersedia disebut jati dirinya. Menurutnya, ketiadaan papan proyek ini menjadi sebuah pertanyaan yang sangat mengherankan.

“Papan proyeknya malah tidak dipasang, ditaruh di dasbor motor saja,” ungkap seorang warga.

Pengerjaan yang kerap dilakukan pada malam hari juga menambah tanda tanya. Warga menambahkan bahwa pengawasannya sangat lemah karena tidak pernah melihat petugas pengawas dari Dinas DBMSDA turun ke lokasi untuk memantau jalannya pekerjaan.

“Itu saluran yang ada di depan sini, tapi pengawasnya tidak pernah ada kami lihat,” ujar warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya meminta konfirmasi baik dari pihak pelaksana proyek maupun Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi guna mendapatkan penjelasan resmi terkait keluhan dan temuan warga tersebut. (HS)

Exit mobile version