BEKASI, MEDIASI.COM – Plaza Patriot Candrabhaga dipastikan menjadi pusat keramaian warga Kota Bekasi pada Minggu (19/7/2026) mulai pukul 21.00 WIB. Ribuan warga dijadwalkan memadati lokasi untuk mengikuti nonton bareng final Piala Dunia 2026 yang digelar secara gratis, lengkap dengan berbagai penampilan hiburan.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kodam Jaya, Kodim 0507/Bekasi, Pemerintah Kota Bekasi, KADIN Kota Bekasi, dan KADIN Indonesia. Acara juga akan diliput secara langsung oleh tvOne dan ANTV, serta didukung sejumlah media lainnya.
Ada empat tokoh kunci yang dipastikan hadir dan duduk bersama di satu layar utama, yaitu Komandan Kodim 0507/Bekasi Krisrantau Hermawan, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe, serta Ketua KADIN Kota Bekasi Qadar Ruslan Siregar yang akrab disapa QRS.
Laga puncak ini akan mempertemukan Argentina melawan Spanyol. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari keempat tokoh mengenai tim yang mereka jagokan, sehingga hal ini menjadi pembicaraan hangat di kalangan warga.
Meski belum ada kepastian, banyak warga yang mencoba menebak pilihan mereka lewat karakter dan peran masing-masing. Wali Kota Tri Adhianto dikenal sangat dekat dengan berbagai kegiatan olahraga dan sering hadir di acara yang melibatkan masyarakat luas. Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe sebelumnya juga gencar mendorong kegiatan nonton bareng sebagai sarana mempererat kebersamaan warga.
Sementara itu, Komandan Kodim 0507/Bekasi yang identik dengan disiplin dan strategi, diperkirakan bisa saja condong ke permainan taktis Spanyol atau mental juara yang dimiliki Argentina. Di sisi lain, QRS yang akrab dengan dunia usaha dinilai bisa memiliki pandangan tersendiri lewat kemampuan membaca peluang dan momentum—dua hal yang juga sangat menentukan hasil pertandingan sepak bola.
Jika ternyata pilihan dukungan mereka berbeda, suasana nonton bareng dipastikan akan semakin seru. Bukan soal taruhan, melainkan adu prediksi, pertukaran pendapat, dan canda tawa yang akan menjadi hiburan tersendiri bagi warga yang hadir.
Terkait pelaksanaan kegiatan ini, QRS menyampaikan harapannya. Pertama untuk mendukung ekonomi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal untuk menjual berbagai produk, mulai dari makanan ringan, minuman, pakaian bertema sepak bola, hingga perlengkapan pendukung. Para pelaku UMKM juga berharap omzet yang didapat bisa melonjak hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa.
Selain itu, kata QRS, pelaku usaha berharap kehadiran pengunjung dari berbagai penjuru Bekasi menjadi sarana promosi gratis. Mereka berharap lebih banyak warga mengenal produk lokal dan menjadi pelanggan tetap di masa mendatang. Pelaku usaha berharap panitia menyediakan lokasi berjualan yang rapi, aman, dan mudah dijangkau pengunjung. Dengan pengaturan yang baik, transaksi bisa berjalan lancar tanpa mengganggu kenyamanan warga yang menonton.
QRS menjelaskan, kegiatan ini bukan sekadar mencari keuntungan sesaat, melainkan bukti sinergi antara pemerintah, asosiasi pengusaha, dan masyarakat. Untuk itu, pelaku usaha berharap dukungan terhadap produk lokal terus berlanjut hingga setelah acara selesai. Acara yang dihadiri tokoh penting daerah ini juga diharapkan menjadi jembatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan potensi dan berinovasi dalam menyediakan layanan bagi masyarakat luas.
“Penyelenggaraan Nobar Piala Dunia kali ini, selain menjadi bagian hiburan untuk masyarakat, tentunya menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pergerakan ekonomi pelaku UMKM di Kota Bekasi,” pungkas QRS. (*)
Baca koranmediasi.com untuk mendapatkan berita aktual, baik lokal maupun nasional. Disajikan secara tegas, lugas, dan berimbang.
