Deskripsi gambar GIF kamu

Rojali, SPd, MA, Pengawas Pembina yang Jadi Motor Penggerak Kemajuan SMA di Bekasi Raya

Editor: Gokma Siregar
Rojali, SPd, MA, Pengawas Pembina Tingkat SMA di Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah III, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. (Foto Ist)

BEKASI, MEDIASI.COM – Di balik kemajuan satuan pendidikan menengah atas di Kota maupun Kabupaten Bekasi, terdapat sosok yang bekerja senyap namun berdampak luas. Beliau adalah Rojali, SPd, MA, Pengawas Pembina tingkat SMA di Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah III, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Dengan wilayah kerja yang mencakup puluhan sekolah, mulai dari SMAN 1 Tambun Selatan, SMAN 22 Kota Bekasi, hingga berbagai SMA lainnya di seantero Bekasi Raya, Rojali dikenal sebagai sosok yang tak lelah membimbing, mengevaluasi, dan mendorong sekolah binaan untuk terus berkembang.

Sebelum dipercaya menjabat Pengawas Pembina, Rojali pernah memimpin SMAN 22 Kota Bekasi sebagai Kepala Sekolah selama bertahun-tahun. Pengalaman langsung mengelola satu satuan pendidikan menjadi bekal berharga yang membuatnya paham betul tantangan nyata yang dihadapi kepala sekolah dan guru di lapangan.

Kini perannya bergeser, dari mengurus satu sekolah, kini ia hadir untuk membina puluhan sekolah. Ia memfokuskan diri pada pendampingan kepala sekolah, penguatan kapasitas guru, serta evaluasi mutu pembelajaran agar selaras dengan kebijakan Merdeka Belajar dan visi pendidikan Jawa Barat.

Berbeda dengan kesan pengawas yang sekadar datang memeriksa administrasi, Rojali hadir untuk membangun dialog, mencari solusi, dan memicu inovasi. Prinsip yang selalu ia pegang teguh adalah terus belajar.

“Sekolah yang maju lahir dari guru yang terus belajar dan kepala sekolah yang mau berubah. Tugas kami adalah menemani proses itu, bukan menghakimi,” katanya.

Komitmen ini terlihat dari kesungguhannya turun langsung ke lokasi, memastikan setiap program pendidikan berjalan efektif dan benar-benar memberikan dampak positif bagi peserta didik.

Kehadiran Rojali di Kota dan Kabupaten Bekasi mendapatkan apresiasi tinggi dari para tenaga pendidik di wilayah binaan. Gaya pembinaannya yang tidak kaku, anti-birokrasi berbelit, dan mengutamakan penguatan mendapatkan sambutan hangat.

“Pak Rojali itu pembinanya enak sekali. Datang bukan untuk menyalahkan, tapi untuk menguatkan. Banyak masukan berharga yang akhirnya membuat sekolah kami menjadi lebih baik,” ujar salah satu kepala sekolah di wilayah Bekasi.

Di tengah tantangan pemulihan mutu pasca pandemi dan percepatan transformasi digital pendidikan, sosok seperti Rojali menjembatani kesenjangan antara kebijakan pusat dengan praktik nyata di kelas.

Dengan integritas dan semangat pengabdian yang tak luntur, ia terus menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pendidikan menengah atas di wilayah Bekasi Raya. (*)