Salam Sejahtera di Dalam Tuhan Yesus Kristus

RENUNGAN ROHANI MINGGU

Tohom Sinaga. SE, SH, MM, Ketua Umum Forkorindo

Oleh: TOHOM SINAGA, SE, SH, MM

SELAMAT Pagi dan Selamat Hari Minggu, Sahabat Tuhan Yesus yang Dikasihi. Puji dan syukur kita panjatkan kepada Bapa di Surga, yang kasih dan setia-Nya baru setiap pagi. Di hari Tuhan yang indah ini, izinkan saya mengajak seluruh sahabat, rekan seiman, dan seluruh keluarga besar FORKORINDO, untuk merenungkan satu tugas mulia yang telah dipercayakan Tuhan Yesus kepada kita semua. Sebuah amanat agung yang menjadi dasar keberadaan kita sebagai orang percaya, tertulis dalam Matius 28:16-20, di mana Tuhan Yesus berfirman:

“Pergilah dan Jadikan Semua Bangsa Murid-Ku”

Ini adalah Amanat Agung dari Tuhan kita. Sesaat setelah kebangkitan-Nya yang menang atas maut, sebelum Ia naik ke Surga, Yesus memberikan pesan terakhir, tugas terakhir kepada murid-murid-Nya. Dan perlu kita sadari bersama: pesan ini tidak hanya ditujukan kepada 12 murid yang ada di hadapan-Nya saat itu, tetapi tugas ini berlaku, relevan, dan menjadi tanggung jawab Gereja serta setiap orang percaya hingga hari ini dan sampai akhir zaman.

Mari kita bedah bersama, 4 pilar utama dari Amanat Agung Tuhan Yesus ini:

1. KUASA KRISTUS MENJADI DASAR PELAYANAN (Ayat 18)

Yesus memulai amanat-Nya dengan sebuah pernyataan yang penuh otoritas, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.”

Saudaraku yang terkasih, ini adalah fondasi segala pelayanan dan kehidupan kita. Kita melayani, kita bersaksi, kita bekerja bagi Tuhan bukan dengan kekuatan, kepintaran, atau kemampuan diri sendiri, melainkan kita melayani berdiri di atas kuasa Kristus yang hidup dan menang. Sering kali kita merasa takut, merasa tidak mampu, atau merasa tantangan hidup dan dunia ini terlalu besar. Namun ingatlah: Tantangan boleh besar, tetapi Kuasa Tuhan jauh lebih besar! Ia adalah Tuhan yang memegang kendali atas segala sesuatu di langit dan di bumi. Karena Dia berkuasa, maka kita yang ada di dalam Dia pun hidup dan melayani dengan penuh otoritas dan keyakinan.

2. TUGAS KITA ADALAH MENJADIKAN MURID (Ayat 19)

Setelah meletakkan dasar kuasa-Nya, Yesus berkata: “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku.”

Perhatikanlah, Tuhan tidak hanya berkata “Pergilah”, tetapi perintah lengkap-Nya adalah “Jadikanlah murid”. Menjadi murid bukan sekadar datang ke gereja, bukan sekadar tahu tentang Yesus, tetapi menjadi murid berarti mengenal, mengikuti, dan menaati Kristus dalam setiap aspek hidup.

Saudara, panggilan ini bukan hanya untuk pendeta atau hamba Tuhan. Setiap orang percaya dipanggil menjadi saksi Kristus. Di mana pun Tuhan tempatkan Anda – di keluarga, di tempat kerja, di lingkungan masyarakat, di mana pun Anda berada – itulah ladang pelayanan Anda. Jadilah murid yang membawa aroma Kristus, agar orang di sekitar kita juga tertarik untuk mengenal dan mengikut Dia.

3. MENGAJAR UNTUK TAAT KEPADA FIRMAN (Ayat 20a)

Lebih jauh lagi, Yesus berpesan: “ajar mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.”

Seorang murid yang sejati memiliki ciri khas: ia tidak hanya mendengar Firman Tuhan, tetapi ia melakukan dan menaati-Nya. Gereja, komunitas iman kita, dipanggil bukan hanya menjadi tempat pendengaran Firman, melainkan tempat pembinaan karakter. Kita dipanggil untuk saling membimbing, saling menguatkan, dan bertumbuh dalam iman, sehingga hidup kita selaras, sesuai, dan taat dengan kehendak Tuhan. Iman tanpa perbuatan pada hakikatnya adalah mati. Maka, mari kita hidupkan Firman Tuhan dalam tindakan nyata sehari-hari.

4. PENYERTAAN TUHAN SAMPAI AKHIR ZAMAN (Ayat 20b)

Dan sebagai penutup yang paling indah, Yesus mengakhiri Amanat Agung ini dengan janji emas yang menjadi kekuatan kita: “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Sering kali kita ragu melangkah karena merasa sendirian. Namun, inilah jaminan termahal dari Tuhan: Kita tidak pernah berjalan sendiri. Dalam suka maupun duka, dalam kesuksesan maupun pergumulan, dalam damai maupun badai, Tuhan sendiri berjanji hadir, berjalan, dan menyertai umat-Nya. Kehadiran-Nya adalah kekuatan, perlindungan, dan penghiburan kita. Selama Dia menyertai, kita tak akan goyah.

Sahabatku,

Amanat Agung ini bukanlah sekadar saran, bukan sekadar anjuran, dan bukan pilihan yang boleh kita ambil atau buang. Ini adalah Panggilan Suci, tugas hidup bagi setiap orang yang mengaku percaya kepada-Nya.

Maka, marilah kita bangkit. Marilah kita PERGI, memberitakan Injil Keselamatan, MENJADIKAN MURID, dan hidup dalam ketaatan, sambil memegang teguh janji bahwa Tuhan Yesus yang berkuasa di sorga dan di bumi, senantiasa menyertai kita, sekarang dan selama-lamanya.

Tuhan memberkati langkah dan hidup kita semua.

Matius 28:16-20

Amin dan Haleluya.

Penulis adalah Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Rakyat Indonesia (FORKORINDO)