HUT Perdana Perhimpunan Minahasa Raya Dirayakan Bersama Tokoh, Pendiri, dan Petinggi Negara

Meriah dan Penuh Syukur

Penulis: Marjoku Sormin

JAKARTA, MEDIASI.COM – Suasana haru, hangat, dan penuh sukacita menyelimuti perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Perdana Perhimpunan Minahasa Raya (PMR). Acara yang digelar dengan sangat meriah ini berlangsung khidmat dan penuh makna, dihadiri para sesepuh, pendiri organisasi, dewan penasihat, serta sejumlah perwira tinggi bintang Jenderal yang turut hadir memeriahkan momen bersejarah tersebut.

Bertempat di Restoran Menado De Tuna, kawasan Rawasari, Jakarta Pusat, rangkaian acara berlangsung lancar mulai pukul 18.00 WIB hingga berakhir pukul 23.00 WIB. Prosesi diawali dengan pawai menuju mimbar kehormatan, menandai dimulainya perayaan yang dinanti-nantikan oleh seluruh keluarga besar PMR.

Momen puncak acara diisi dengan sambutan-sambutan istimewa dari para tokoh kunci yang didaulat naik ke mimbar. Di antaranya Albert Inkiriwang, Mayjen Ivan Pele Alu, hingga Jenderal Johan Sumampaow. Dalam setiap pesan yang disampaikan, nuansa rohani dan semangat persaudaraan menjadi inti utama. Para pembicara sepakat mengingatkan seluruh hadirin untuk senantiasa hidup dalam syukur dan sukacita di dalam Tuhan.

“Kita semua harus tetap bersandar dan mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah. Mari kita teruskan estafet kepemimpinan dan perjuangan PMR ke masa depan, dengan selalu meneruskan hal-hal yang baik, positif, dan membangun persatuan,” pesan para tokoh, yang disambut tepuk tangan meriah dari seluruh tamu undangan.

Ketua OKK Han Kota Buga juga turut menyampaikan apresiasi tinggi atas eksistensi PMR yang telah tumbuh dan berdiri kokoh sejak lama. Menurutnya, keberadaan organisasi ini bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan warisan berharga yang wajib dijaga, dipelihara, dan diteruskan ke generasi berikutnya.
“PMR sudah lama eksis dan menjadi rumah bagi kita semua. Inilah nilai luhur yang paling utama untuk kita pertahankan, agar persaudaraan masyarakat Minahasa tetap erat dan abadi,” tegasnya.

Nuansa rohani semakin kental saat rangkaian acara dilanjutkan dengan ibadah kebaktian yang dipimpin langsung oleh Pendeta Ellen R Laotongan, S.Th, sementara doa permulaan dengan penuh khidmat dipersembahkan oleh Deddy Siregar.

Puncak perayaan seremonial ditandai dengan momen sakral dan bahagia, yaitu pemotongan kue HUT Perdana PMR yang dilakukan oleh Ketua Pendiri, Jak Tumewan. Kue tersebut kemudian disuguhkan dan dibagikan secara simbolis kepada para pendiri, tokoh adat, dewan penasihat, dan tokoh-tokoh penting lainnya yang hadir, antara lain Steven, Han Kota Duga, John Somampaw, Ivan Pele Alu, dan tamu kehormatan lainnya, sebagai tanda kebersamaan dan rasa syukur.

Sebagai penutup malam yang indah, acara dimeriahkan dengan alunan lagu-lagu daerah yang menyentuh hati hingga lagu-lagu populer berbahasa Barat, yang semakin mempererat keakraban dan kehangatan persaudaraan seluruh keluarga besar Perhimpunan Minahasa Raya. Malam itu menjadi bukti nyata bahwa cinta tanah air, iman, dan persatuan adalah kekuatan utama yang menyatukan kita semua. (MS)