Ketua DPRD Kota Bekasi Dorong Integrasi Flyover Bulak Kapal dengan Proyek Double-Double Track

Dr Sardi Efendi, SPd, MM, Ketua DPRD Kota Bekasi

BEKASI, MEDIASI.COM – Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, menyambut baik keputusan Pemerintah Pusat yang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp250 miliar untuk pembangunan Flyover Bulak Kapal. Dukungan anggaran ini disampaikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan dinilai menjadi kunci percepatan realisasi proyek infrastruktur yang sangat dinanti masyarakat.

Menurut Sardi, pemerintah daerah juga telah menyiapkan dana pendamping, meskipun nilainya tidak terlalu signifikan. Bantuan besar dari pemerintah pusat ini menjadi faktor penentu agar pembangunan tidak terhenti di tengah jalan sehingga dapat segera dioperasionalkan.

“Tentunya juga ada daya dukung anggaran dari pemerintah daerah, namun tidak signifikan ya. Kami sempat khawatir flyover ini tidak tuntas pembangunannya. Namun dengan adanya bantuan langsung dari Presiden, insya Allah proyek ini tuntas, dapat langsung terlaksana, dan efektif digunakan oleh masyarakat,” kata Sardi Efendi, Senin (11/5/2026).

Lebih jauh, politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menekankan pentingnya aspek integrasi tata ruang dan transportasi. Ia berharap pembangunan Flyover Bulak Kapal ini disinkronkan dengan proyek strategis nasional Double-Double Track (DDT) jalur kereta api Cikarang-Manggarai.

Sardi menjelaskan, saat ini pembangunan jalur ganda tersebut baru mencapai wilayah Kranji. Sementara itu, di sekitar area Stasiun Bekasi sudah terdapat empat jalur rel. Ia menilai, kelanjutan dan keterhubungan antarruas ini sangat krusial agar sistem transportasi di Kota Bekasi menjadi satu kesatuan yang padu.

“Cikarang-Manggarai itu baru sampai ke Kranji. Nah, dari Kranji sampai Cikarang itu belum ada kelanjutan lagi, baru dari sampai Stasiun Bekasi ada empat jalur itu. Oleh karena itu, kami harap flyover yang dibangun ini benar-benar terintegrasi dengan program DDT tersebut,” jelasnya.

Integrasi kedua proyek infrastruktur ini diharapkan mampu menciptakan arus lalu lintas yang jauh lebih lancar, menghilangkan hambatan akibat perlintasan sebidang, serta mempercepat mobilitas warga.

Sardi juga mengingatkan agar pembangunan flyover ini tidak berdiri sendiri. Pemerintah Kota Bekasi juga harus menyiapkan akses jalan baru yang memadai menuju titik masuk dan keluar flyover. Hal ini sangat penting mengingat perlintasan sebidang lama nantinya akan ditutup sepenuhnya demi keselamatan operasional kereta api.

“Jangan sampai flyover sudah jadi, tapi akses jalannya sempit atau tidak terencana. Masyarakat justru akan kesulitan saat perlintasan lama ditutup. Jalan pendukung ini harus dibangun bersamaan agar solusi kemacetan ini menyeluruh,” tegasnya.

Sardi Efendi menargetkan konstruksi Flyover Bulak Kapal dapat segera dimulai pada tahun 2026 ini dan rampung sepenuhnya menjelang akhir tahun 2027. Dengan begitu, manfaatnya sebagai solusi jangka panjang bagi kemacetan di wilayah tersebut dapat segera dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Harapan kami, akhir 2027 nanti masyarakat sudah bisa merasakan dampak positifnya. Tidak ada lagi antrean panjang di palang pintu kereta, dan moda transportasi di Kota Bekasi jauh lebih lancar dan modern,” pungkas Sardi. (ADV/DPRD)

Exit mobile version