BEKASI, MEDIASI.COM – Program pembentukan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang menjadi prioritas pemerintahan Prabowo Subianto terus mendapatkan perhatian serius. Program yang digulirkan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 ini menjadi strategi utama untuk memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan.
Komitmen tersebut ditunjukkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Merah Putih di Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, pada Rabu (15/4/2026). Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mendorong optimalisasi peran koperasi sebagai penggerak roda ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DiskopUKM) Kota Bekasi, Herbert SW Panjaitan menjelaskan bahwa tujuan dari kunjungan tersebut adalah untuk meninjau langsung perkembangan koperasi serta memastikan operasionalnya berjalan sesuai fungsi dan prinsip-prinsip koperasi yang benar.
“Peninjauan ini penting untuk melihat sejauh mana koperasi mampu menjadi motor penggerak ekonomi rakyat, sekaligus memastikan pengelolaannya berjalan secara profesional dan transparan,” ujar Herbert Panjaitan.
Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat tidak hanya sekadar bentuk perhatian, tetapi juga menjadi dorongan semangat agar koperasi semakin berdaya saing dan mampu menjawab tantangan ekonomi di tingkat lokal.
Kunjungan ini juga menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja koperasi, guna memastikan program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
“Kami berharap Koperasi Merah Putih dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Bekasi, Wahyu BK, menyampaikan dukungan penuh terhadap program strategis ini. Ia menegaskan bahwa koperasi memiliki peran yang sangat vital sebagai soko guru perekonomian nasional sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang.
“Dengan dukungan pemerintah dan pengelolaan yang baik, Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menjadi contoh koperasi modern yang mandiri, profesional, dan menjadi pilar utama dalam pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan,” tegas Wahyu.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan koperasi ini sejalan dengan program LPM Kota Bekasi dalam upaya mendorong pemberdayaan masyarakat di tingkat lingkungan dan kelurahan.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mempercepat pengembangan Koperasi Merah Putih, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun ekonomi inklusif yang berkelanjutan. (Gibs)
Baca koranmediasi.com untuk mendapatkan berita aktual, baik lokal maupun nasional. Disajikan secara tegas, lugas, dan berimbang.
