CIKARANG, MEDIASI.COM — Peristiwa duka menyelimuti warga Perumahan Grand Cikarang Village, Desa Jayasampurna, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Seorang bocah perempuan bernama Inri Silaban (4) dilaporkan hanyut di Kali Cikarang pada Senin (27/1/2026) dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.
Sejak Senin malam, tim SAR melakukan pencarian dengan menyusuri aliran Kali Cikarang sepanjang kurang lebih dua kilometer yang saat itu berarus deras. Operasi pencarian dipimpin Koordinator Unit Siaga SAR Bekasi, Erdi Jatmiko, hingga akhirnya korban berhasil ditemukan kurang dari 24 jam sejak dinyatakan hilang.
Menanggapi peristiwa tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Fraksi PDI Perjuangan, Usup Supriatna turun langsung ke lokasi kejadian. Ia menyampaikan rasa duka cita mendalam sekaligus memberikan dukungan moril kepada kedua orang tua korban.
“Atas musibah yang menimpa keluarga Bang Silaban, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Kejadian ini menjadi duka bagi kita semua dan tentunya tidak pernah kita harapkan,” ujar Usup dengan penuh keprihatinan.
Usup Supriatna meminta agar seluruh pihak terkait, khususnya pemerintah kecamatan dan desa, segera berkoordinasi dengan pengembang perumahan untuk membangun pagar pembatas di sepanjang Kali Cikarang, serta memasang papan imbauan di area tanggul sungai guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
“Kondisi kali ini sangat dekat dengan pemukiman warga. Tadi saya bersama Camat Serang Baru dan Kepala Desa Jayasampurna meninjau langsung lokasi dan membahas langkah-langkah agar segera berkoordinasi dengan pengembang, termasuk penyediaan pengamanan yang layak serta pemasangan papan imbauan agar anak-anak tidak bermain di sekitar sungai,” tegasnya.
Politisi senior PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi tersebut juga menyampaikan bahwa Camat Serang Baru, Deni Mulyadi, telah melakukan koordinasi dengan pihak pengembang Perumahan GCV.
“Sesuai keterangan Camat Serang Baru, pihak pengembang telah berkoordinasi dan berkomitmen akan membangun pagar pembatas setelah pembangunan tembok penahan tanah selesai. Kita berharap realisasi ini dapat dilakukan secepatnya demi keselamatan warga,” pungkas Usup.
Ia berharap musibah ini menjadi pengingat dan perhatian serius bagi seluruh pihak agar aspek keselamatan lingkungan permukiman benar-benar menjadi prioritas utama, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.(pir)
Baca koranmediasi.com untuk mendapatkan berita aktual, baik lokal maupun nasional. Disajikan secara tegas, lugas, dan berimbang.
