Deskripsi gambar GIF kamu

Mutu Proyek Perpipaan Perumda TP Bekasi Dipertanyakan Warga, Digali Lalu Diuruk Kembali Tanpa Penjelasan

Penulis: Gibson Sirait

BEKASI, MEDIASI.COM – Pekerjaan proyek pengalihan pipa yang dikelola Perumda Tirta Patriot (TP) Kota Bekasi yang dikerjakan PT Wana Bakti menimbulkan kejanggalan serta pertanyaan serius dari warga. Mutu proyek yang berlokasi di Jalan Gurame Raya, Kelurahan Kayuringin Jaya, Perumnas 2, Kecamatan Bekasi Selatan tersebut juga dipertanyakan.

Awalnya, penggalian dilakukan dengan titik mula dari depan Gedung SD 01 Kayuringin Jaya hingga di depan ruko Baso Barokah. Panjang galian semula diperkirakan mencapai 182 meter. Namun yang menjadi tanda tanya, parit tersebut tiba‑tiba diuruk kembali padahal belum ada proses pemasangan maupun penyambungan pipa.

Menyaksikan hal itu, warga bernama Mar menyampaikan kekhawatirannya. Menurut pengalamannya, prosedur baku sebuah proyek seharusnya dimulai setelah Surat Perintah Kerja diterbitkan, dilanjutkan pengukuran bersama antara kontraktor dan instansi pengguna, lengkap dengan acuan gambar teknis serta Rencana Anggaran Biaya.

“Kalau dilihat cara kerjanya masih manual, peralatan kurang lengkap, boleh dibilang terkesan dikerjakan secara asal‑asalan. Kalau standarnya begini, tidak menutup kemungkinan nanti tidak lama lagi akan bocor lagi seperti yang sering terjadi selama ini,” ungkapnya.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Rizal selaku pengawas dari Kantor Pusat PERUMDA TP menjelaskan bahwa pekerjaan ini merupakan bagian dari proses pengalihan aset dari PERUMDA Tirta Bagasasi menjadi PERUMDA Tirta Patriot, serta relokasi pipa berdiameter enam inci guna meningkatkan pelayanan air bersih bagi warga.

Ia mengakui adanya ketidaksesuaian antara data gambar dengan kondisi di lapangan. “Ternyata panjang yang dibutuhkan hanya 162 meter, sehingga galian awal melebihi ukuran yang seharusnya. Hal ini terjadi karena kontraktor kurang teliti dalam membaca kondisi lapangan,” ujarnya.

Kejanggalan lain muncul saat awak media meminta keterangan kepada Aditia, yang mengaku sebagai pengawas dari Cabang Rawa Terbaga. Saat ditanya identitas lengkap kontraktor dan alamat perusahaan, ia hanya menyebut PT Wana Bakti beserta nama penanggung jawabnya, namun enggan menyebutkan alamat jelas perusahaan tersebut dan segera meninggalkan lokasi.

Kondisi ini dirasakan sangat merugikan Sakti, pemilik ruko Baso Palakali yang tempat usahanya berada tepat di pinggir lokasi pekerjaan. Parit sedalam sekitar 1,5 meter masih terbuka dan menimbulkan risiko.

“Pelanggan sulit memarkir kendaraan, dan yang paling dikhawatirkan adalah keselamatan anak‑anak. Bagaimana jika sampai tergelincir jatuh ke dalam lubang tersebut?” keluhnya.

Hingga berita ini diturunkan, Direktur Utama PERUMDA TP Kota Bekasi, Ali Imam Pariadi, belum dapat dihubungi untuk memberikan penjelasan resmi sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat mengenai prosedur kerja dan mutu hasil proyek tersebut. (Gibson Sirait)