Pemkot Bekasi Fokus Pada Prestasi, Pendidikan, dan Kesehatan Masyarakat

BEKASI, MEDIASI.COM — Pelaksana Harian (PLH) Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, memimpin apel pagi gabungan aparatur Pemerintah Kota Bekasi pada Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada atlet Savate Indonesia Kota Bekasi dan Kampung Keluarga Berkualitas tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026.

Dalam kesempatan itu, penghargaan diberikan kepada atlet Savate Kota Bekasi yang berhasil mengharumkan nama daerah melalui raihan tiga medali emas dan satu medali perak pada ajang Asia Savate Championship serta Himalaya Open International di Nepal.

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Kampung Keluarga Berkualitas Kenanga Bintara Jaya yang meraih Juara 1 kategori kota pada ajang Penguatan Kampung Keluarga Berkualitas Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026.

Abdul Harris Bobihoe menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerima penghargaan atas dedikasi dan kontribusinya dalam mendukung kemajuan Kota Bekasi di berbagai bidang.

“Kami mengucapkan selamat kepada para penerima penghargaan atas dedikasi dan kontribusinya bagi kemajuan Kota Bekasi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan penghormatan kepada aparatur sipil negara yang akan memasuki masa purna bakti mulai Juni 2026. Menurutnya, pengabdian para pegawai menjadi bagian penting dalam pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Terima kasih atas pengabdian dan dedikasi yang telah diberikan kepada Pemerintah Kota Bekasi,” katanya.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Bekasi terus berupaya mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji bagi warga Kota Bekasi. Pemkot bekerja sama dengan Kementerian Agama dan Kementerian Haji dan Umrah untuk memfasilitasi keberangkatan calon jamaah haji.

Abdul Harris juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan para jamaah haji, termasuk Wali Kota Bekasi, agar diberikan kesehatan, kekuatan, serta perlindungan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Selanjutnya, ia mengapresiasi masyarakat yang aktif memanfaatkan ruang publik seperti kawasan Car Free Day (CFD) GOR dan Alun-alun Kota Bekasi untuk berolahraga, rekreasi, hingga kegiatan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, pengelolaan ruang publik yang baik mampu memperkuat interaksi sosial sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Hal itu juga dinilai sejalan dengan penurunan angka pengangguran di Kota Bekasi.

“Tingkat pengangguran turun menjadi 7,33 persen pada 2026 dari sebelumnya 7,83 persen pada 2025. Ini perkembangan positif, namun harus diimbangi dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang berkualitas,” jelasnya.

Dalam bidang pendidikan, Pemkot Bekasi juga menyoroti pelaksanaan pra-pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang TK, SD, dan SMP yang mulai dibuka pekan ini hingga Juni 2026.

Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah lulusan SD di Kota Bekasi mencapai 34.893 siswa. Sementara itu, daya tampung SMP negeri hanya tersedia sebanyak 18.957 kursi. Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi secara serius karena lebih dari 15.000 siswa berpotensi tidak tertampung di sekolah negeri.

Karena itu, Abdul Harris meminta Dinas Pendidikan dan jajaran kecamatan untuk menyediakan informasi yang transparan dan mudah diakses masyarakat terkait proses penerimaan peserta didik baru.

Ia juga meminta agar masyarakat diberikan pemahaman mengenai alternatif pendidikan lain, termasuk sekolah swasta maupun program keterampilan bagi pelajar.

Selain isu pendidikan, Pemkot Bekasi turut meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran hantavirus yang dilaporkan telah ditemukan di Indonesia.

Abdul Harris meminta Dinas Kesehatan dan seluruh puskesmas untuk segera memperkuat langkah deteksi dini, sistem pelaporan, edukasi masyarakat, hingga koordinasi lintas sektor terkait pengendalian vektor dan kebersihan lingkungan.

Menutup arahannya, ia berharap seluruh jajaran Pemerintah Kota Bekasi dapat terus memperkuat sinergi dan bergerak cepat dalam meningkatkan pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat.

“Kami mengharapkan sinergi dan kerja cepat seluruh jajaran demi pelayanan publik yang lebih baik dan kesejahteraan masyarakat Kota Bekasi,” tutupnya. (DND/Dokpim)