Ruslan Siregar Calon Tunggal Ketua Kadin Kota Bekasi, Usung Modal TTS: Tras, Transparan, Sarangeo

Qadar Ruslan Siregar, Calon Ketua Kadin Kota Bekasi periode 2026-2031

BEKASI, MEDIASI.COM – Menjelang Musyawarah Kota (Mukot) 2026 Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bekasi, nama Qadar Ruslan Siregar kian menguat dan ditetapkan sebagai calon tunggal ketua untuk periode 2026-2031. Dalam rangka perkenalan dan silaturahmi, Ruslan menggelar acara bersama seluruh elemen pengurus, anggota, dan tokoh dunia usaha di Hotel Merapi Merbabu, Kota Bekasi, Sabtu (2/5/2026).

Di hadapan ratusan tamu yang hadir, Bang Ruslan—begitu ia akrab disapa—memaparkan konsep kepemimpinan yang akan diusungnya, yakni modal TTS: Tras, Transparan, dan Sarangeo. Prinsip ini diambil dari pengalaman panjangnya meniti karir, mulai dari aktivis, pengusaha, hingga memegang kendali organisasi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Kadin Kota Bekasi sebelumnya.

“Tras artinya tegas dan konsisten, Transparan berarti segala kebijakan dan pengelolaan terbuka dan bisa dipertanggungjawabkan, sedangkan Sarangeo adalah semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan saling menguatkan khas budaya kita,” jelas Ruslan saat menyampaikan gagasan.

Perjalanan Ruslan menuju posisi puncak organisasi bukanlah jalan yang mulus. Pria kelahiran Medan ini dikenal sebagai sosok yang ditempa lewat berbagai lika-liku kehidupan. Berawal dari ruang diskusi, dunia politik, hingga kerasnya persaingan usaha di Bekasi, ia membuktikan diri dengan semboyan yang melekat padanya: “Bisa berenang meski di hamparan batu kerikil saja”.

Ia meniti karir di Kadin dari posisi pengurus biasa, perlahan naik jenjang hingga dipercaya memegang kendali saat organisasi sedang menghadapi masa sulit. Saat dualisme kepemimpinan sempat membelah tubuh Kadin Kota Bekasi, Ruslan berada di pusaran konflik. Di tengah situasi yang penuh tekanan, ia memilih jalan rekonsiliasi dan penyatuan, hingga akhirnya berhasil mengembalikan satu visi dan misi organisasi seperti sekarang.

“Bagi saya, jatuh dan bangkit itu sudah menjadi napas perjuangan. Keluarga—istri saya yang bekerja sebagai bidan dan dua anak tercinta—selalu menjadi alasan terkuat agar saya tak pernah berhenti melangkah,” ungkapnya dengan nada haru.

Kini, dengan status sebagai satu-satunya calon, beban harapan justru semakin besar. Publik tak lagi bertanya siapa lawannya, melainkan apa program nyata yang akan dihadirkannya demi kemajuan dunia usaha di Bekasi. Ruslan menegaskan telah menyiapkan sejumlah inovasi, dengan fokus utama memperkuat peran Kadin sebagai jembatan antara pelaku usaha, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan.

Harapan Dewan Pertimbangan

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Jawa Barat, Andi Zabidi memberikan masukan dan harapannya agar kedepan Kadin di Kota Bekasi bersatu.

Secara umum, Andi Zabidi sepakat bahwa kepemimpinan Ruslan nantinya diharapkan mampu membawa Kadin Kota Bekasi melangkah ke arah yang lebih baik dan lebih solid.

Sementara, Iqbal Daut selaku mantan pengurus yang saat ini berprofesi pengacara, memberikan catatan penting bahwa untuk mencapai kemajuan tersebut, Ruslan harus memiliki tiga kekuatan utama, yang ia sebut sebagai RKA: Relasi, Koneksi, dan Amunisi.

“Kalau mau Kadin lebih baik dan bisa memberi manfaat nyata bagi anggota, Pak Ruslan harus punya RKA. Relasi yang luas, koneksi yang kuat ke semua pihak, serta amunisi berupa program dan sumber daya yang siap dijalankan. Kalau ketiganya ada, saya yakin tidak ada target yang tak bisa dicapai,” ujar Iqbal.

Menututnya, rekam jejak Ruslan yang pernah melewati masa sulit justru menjadi modal berharga. Mereka berharap pengalaman itu dijadikan dasar dalam mengambil kebijakan, sehingga kepemimpinan nanti tidak hanya cerdas secara strategis, tetapi juga peka terhadap kebutuhan riil pelaku usaha di lapangan.

Menutup acara silaturahmi, Ruslan menyatakan siap mengemban amanah dan memenuhi seluruh harapan. Baginya, menjadi pemimpin di Kadin bukan soal kekuasaan, melainkan tanggung jawab besar untuk memajukan dunia usaha sekaligus berkontribusi bagi pembangunan Kota Bekasi secara keseluruhan.

“Saya bukan datang dengan janji manis, tapi dengan bukti kerja dan tekad bulat. Kita buktikan bersama, bahwa sosok yang biasa berenang di atas kerikil, kini mampu membawa kapal besar Kadin Kota Bekasi melaju stabil dan jauh ke depan,” tegasnya.
(*)