Sardi Efendi Dorong Integrasi Flyover Bulak Kapal dan Double-Double Track Demi Kelancaran Transportasi Bekasi

Dr Sardi Efendi, SPd, MM, Ketua DPRD Kota Bekasi

BEKASI, MEDIASI.COM – Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, menyambut gembira sekaligus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas keputusan pemerintah pusat yang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp250 miliar untuk pembangunan Flyover Bulak Kapal. Bantuan dana strategis ini dinilai menjadi kunci utama agar proyek infrastruktur yang sangat dinanti masyarakat tersebut dapat terlaksana hingga tuntas.

Menurut Sardi, Pemerintah Kota Bekasi sebenarnya juga telah menyiapkan dana pendamping, meskipun nilainya tidak terlalu signifikan. Kehadiran dukungan besar dari pemerintah pusat menjadi faktor penentu agar pembangunan tidak terhenti di tengah jalan dan dapat segera dioperasionalkan.

“Tentunya juga ada daya dukung anggaran dari pemerintah daerah, namun tidak signifikan ya. Kami sempat khawatir flyover ini tidak tuntas pembangunannya. Namun dengan adanya bantuan langsung dari Presiden, insya Allah proyek ini tuntas, dapat langsung terlaksana, dan efektif digunakan oleh masyarakat,” ungkap Sardi Efendi kepada awak media.

Lebih jauh, politisi senior ini menekankan visi besarnya agar pembangunan Flyover Bulak Kapal tidak berdiri sendiri. Ia mendorong agar konstruksi ini disinkronkan dan terintegrasi sempurna dengan proyek strategis nasional Double-Double Track (DDT) jalur kereta api Cikarang–Manggarai.

Sardi menjelaskan, saat ini pembangunan jalur ganda tersebut baru mencapai wilayah Kranji. Sementara itu, di sekitar area Stasiun Bekasi sendiri sudah terdapat empat jalur rel. Menurutnya, kelanjutan dan keterhubungan antarruas ini sangat krusial agar sistem transportasi di Kota Bekasi menjadi satu kesatuan yang padu dan efisien.

“Cikarang-Manggarai itu baru sampai ke Kranji. Nah, dari Kranji sampai Cikarang itu belum ada kelanjutan lagi, baru dari sampai Stasiun Bekasi ada empat jalur itu. Oleh karena itu, kami harap flyover yang dibangun ini benar-benar terintegrasi dengan program DDT tersebut,” jelasnya.

Integrasi kedua proyek infrastruktur raksasa ini diharapkan mampu menciptakan arus lalu lintas darat dan kereta api yang jauh lebih lancar, sekaligus menghilangkan hambatan akibat perlintasan sebidang yang selama ini menjadi sumber kemacetan utama.

Selain aspek integrasi jalur, Sardi juga mengingatkan agar pemerintah daerah tidak melupakan pembangunan akses jalan pendukung. Ia menekankan perlunya pembukaan akses jalan baru yang memadai menuju titik masuk dan keluar flyover. Hal ini sangat penting mengingat perlintasan sebidang lama nantinya akan ditutup sepenuhnya demi keselamatan operasional kereta api.

“Jangan sampai flyover sudah jadi, tapi akses jalannya sempit atau tidak terencana. Masyarakat justru akan kesulitan saat perlintasan lama ditutup. Jalan pendukung ini harus dibangun bersamaan agar solusi kemacetan ini menyeluruh,” tegasnya.

Sardi Efendi menargetkan konstruksi fisik Flyover Bulak Kapal dapat segera dimulai pada tahun 2026 ini dan rampung sepenuhnya menjelang akhir tahun 2027. Dengan begitu, manfaatnya sebagai solusi jangka panjang bagi kemacetan di wilayah tersebut dapat segera dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Harapan kami, akhir 2027 nanti masyarakat sudah bisa merasakan dampak positifnya. Tidak ada lagi antrean panjang di palang pintu kereta, dan moda transportasi di Kota Bekasi jauh lebih lancar dan modern,” pungkas Sardi. (ADV/DPRD)