Proyek Jalan Rigid di Perumnas II Bekasi Selatan Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Warga Sebut “Proyek Siluman”

Penulis: TGH Gibson Sirait

BEKASI, MEDIASI.COM – Kualitas pembangunan infrastruktur jalan jenis rigid atau beton di Jalan Udang 3, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, kembali menjadi sorotan tajam. Proyek tersebut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan, tidak transparan, serta berpotensi tidak memenuhi standar kualitas sebagaimana mestinya.

Pengamatan tim media di lokasi menunjukkan, sejak awal pelaksanaan hingga proyek dinyatakan rampung sekitar lima hari lalu, tidak pernah ditemukan papan nama proyek atau papan informasi kegiatan yang lazim dipasang dalam setiap pembangunan yang bersumber dari anggaran pemerintah.

Padahal, papan informasi tersebut seharusnya memuat data penting seperti nama kegiatan, nilai kontrak, nama pelaksana, waktu pengerjaan, hingga spesifikasi teknis. Ketidakadaan informasi ini memicu kecurigaan mendalam di kalangan masyarakat setempat yang menyebutnya layaknya “proyek siluman”.

Ketua RW Akui Tak Tahu Pelaksana

Saat dikonfirmasi, Ketua RW 08 setempat, Aiptu Satimin Prakarsa, mengakui bahwa pembangunan jalan tersebut memang merupakan usulan warga yang baru direalisasikan. Namun, terkait detail teknis dan siapa yang mengerjakan, ia mengaku tidak tahu menahu.

“Memang itu yang kami usulkan, dan sekarang sudah dikerjakan. Tapi soal papan proyek memang tidak ada, dan saya juga tidak tahu pasti perusahaan pelaksananya. Saya ini bukan dari bidang teknis,” ujarnya saat ditemui Jumat pagi (17/4/2026).

Kecurigaan warga semakin kuat setelah melihat pelaksanaan di lapangan. Seorang warga senior, Halim (81), menilai ada kejanggalan pada ketebalan beton yang digunakan.

“Yang saya lihat di gambar atau rencananya (bekisting) sekitar 10 cm, tapi saat pelaksanaan sepertinya hanya setengahnya. Kenapa bisa begitu, saya juga tidak mengerti,” ungkap Halim dengan nada kecewa.

Fakta di lapangan memperkuat dugaan tersebut. Berdasarkan pengukuran visual dan perbandingan, ketebalan lapisan beton baru di Jalan Udang 3 diduga hanya sekitar 5 cm, jauh dari spesifikasi yang seharusnya mencapai 10 cm. Sementara lapisan beton lama hanya setebal 4 cm.

Bahkan, terdapat indikasi dilakukan pengerjaan visual pada bagian tepi jalan agar terlihat lebih tebal, namun bagian tengahnya tipis. Hal serupa juga ditemukan di Jalan Udang Raya, di mana ketebalan yang seharusnya mencapai standar tertentu, hanya terealisasi sekitar 8 hingga 9 cm saja.

Kualitas Beton Dipertanyakan

Selain soal ketebalan, kualitas material pun menjadi sorotan. Warga menilai mutu beton yang digunakan diduga tidak sesuai standar. Diduga kuat, kualitas beton yang dipakai hanya setara K-250, padahal seharusnya menggunakan kualitas K-350 yang lebih kuat untuk menampung beban lalu lintas.

Indikasi ini terlihat dari permukaan jalan yang mudah berdebu saat disapu atau terkena gesekan, menandakan campuran adukan yang diduga kurang pas atau menggunakan bahan yang tidak berkualitas.

Hingga berita ini diturunkan, upaya untuk mengonfirmasi hal ini kepada Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi, Idi Susanto, belum membuahkan hasil. Nomor telepon yang bersangkutan tidak dapat dihubungi. (Gibs)

Exit mobile version