Sampah Menumpuk Sejak Sebulan Lebih di Bekasi Utara, Warga Kapling Lorisakti Tolak Bayar Retribusi

Penulis: Hengki Siregar
Sampah yang menumpuk di Kapling Lorisakti RT006/01 Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara. (Foto diambil Selasa, 7 April 2026)

BEKASI, MEDIASI.COM – Tumpukan sampah yang menumpuk di wilayah Kapling Lorisakti RT006/01 Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, menimbulkan ketidakpuasan warga. Sampah rumah tangga yang seharusnya diangkut secara teratur, justru dibiarkan menumpuk selama lebih dari satu bulan tanpa alasan yang jelas, sehingga menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kenyamanan warga.

Akibat kondisi tersebut, ratusan warga di lingkungan itu menolak membayar tagihan retribusi sampah sebesar Rp20 ribu per bulan yang ditetapkan. Menurut warga, pembayaran retribusi tidak sebanding dengan layanan yang diterima.

“Selama sebulan lebih tidak ada petugas yang datang mengangkut sampah. Kalau layanannya seperti ini, mana pantas kami diminta untuk membayar?” ujar salah satu warga kepada koranmediasi.com, Selasa (7/4/2026).

Informasi yang beredar di masyarakat, penyebab terhentinya pengangkutan sampah diduga terkait dengan perubahan status tenaga kerja kebersihan. Dikatakan, petugas kebersihan yang sebelumnya berstatus Pegawai Harian Lepas (PHL), kini resmi menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kota Bekasi. Sejak perubahan status tersebut, kinerja petugas dinilai menurun dan cenderung bermalas-malasan dalam menjalankan tugasnya.

“Sebelumnya petugas datang secara teratur. Tapi setelah mereka menjadi PPPK, jadwal pengangkutan menjadi tidak menentu dan akhirnya berhenti sama sekali,” tambah warga lainnya.

Selain menimbulkan gangguan kenyamanan, tumpukan sampah yang menumpuk juga dikhawatirkan menjadi sarang penyakit dan sumber pencemaran lingkungan. Warga berharap pihak terkait, baik itu Kelurahan, Kecamatan, maupun DLH Kota Bekasi, segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan masalah ini.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kelurahan Kaliabang Tengah belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan warga ini. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kiswatiningsih berulangkali dihubungi lewat ponselnya juga tidak memberikan respon.

Warga berharap masalah sampah yang menumpuk ini dapat segera diselesaikan demi terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat. (HS)