Progres Pelaksanaan dan Pembangunan Koperasi Merah Putih, Kota Bekasi Tertinggi di Jabodetabek

Herbert Panjaitan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bekasi

BEKASI, MEDIASI.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terus mematangkan persiapan implementasi Koperasi Merah Putih yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Hingga saat ini, Kota Bekasi mencatatkan progres tertinggi di wilayah Jabodetabek dengan target pendirian di seluruh kelurahan.

‎Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bekasi, Herbert Panjaitan kepada awak media. Menurutnya, langkah awal yang dilakukan berupa penguatan legalitas bagi puluhan koperasi yang saat ini telah rampung dilakukan Pemerintah Kota Bekasi.

‎”Pemerintah Kota Bekasi di awal-awal sudah memfasilitasi legalitas terhadap 56 Koperasi Merah Putih melalui pembuatan akta pendirian koperasi, pembuatan NIB, NPWP, sampai pembukaan nomor rekening bagi Koperasi Merah Putih,” ujar Herbert.

‎Herbert menambahkan bahwa dari total 56 koperasi yang tersebar di tiap kelurahan, beberapa lokasi sudah masuk dalam tahap pembangunan fisik yang didanai oleh pusat melalui APBN.

‎”Untuk wilayah Jabodetabek, Kota Bekasi masih tertinggi progresnya. Dari 56 itu, kita sedang membangun delapan lokasi Koperasi Merah Putih. Yang sudah 100 persen fisik itu di Bojong Menteng,” jelasnya.

‎Selain Bojong Menteng, wilayah lain seperti Jatisari juga menjadi titik pembangunan. Herbert menyebutkan bahwa sarana prasarana (sarpras) seperti rak toko hingga kendaraan operasional nantinya akan didukung oleh pemerintah pusat.

‎Sementara itu, tujuh lokasi tambahan juga telah diusulkan ke pusat untuk menjadi titik pembangunan baru.
‎Meski demikian, Herbert tidak menampik adanya tantangan di lapangan, terutama terkait keterbatasan lahan di wilayah perkotaan seperti Bekasi.

‎”Kendala di kita salah satunya luas lahan minimal 600 meter persegi. Di Kota Bekasi sudah agak sulit, berbeda dengan daerah Jawa sana yang lahannya masih luas-luas. Kita memaksimalkan lahan PSU (Prasarana, Sarana, dan Utilitas) milik pemerintah daerah maupun lahan BUMN,” tambahnya.

‎Program Koperasi Merah Putih ini diharapkan dapat membangkitkan ekonomi kerakyatan dengan melibatkan masyarakat secara langsung, menyediakan lapangan kerja, serta menjamin keterjangkauan harga kebutuhan konsumsi. Herbert pun mengajak masyarakat untuk menyamakan persepsi demi kesuksesan program nasional ini.

‎”Harapan kita, karena ini program PSN, kita samakan persepsi antara pemerintah dengan masyarakat. Kalau ini berjalan, pasti bermanfaat. Masyarakat dilibatkan dan dibantu oleh pemerintah pusat untuk menggerakkan ekonomi,” pungkas Herbert. (ADV)

Exit mobile version