Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe Ajak Warga Doakan Korban Longsor TPST Bantargebang

BEKASI, MEDIASI.COM – Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe mengajak warga masyarakat mendoakan para korban bencana longsor yang terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi. Ajakan itu disampaikan saat berada di pelataran Masjid Jami Al-Ikhlas, Komplek Meutia Kirana, Rawalumbu, Senin (9/3/2026).

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, hadir langsung di tengah ratusan anak yatim dan kaum dhuafa untuk menyalurkan santunan dalam rangkaian Safari Ramadan 1447 H.

Kehadiran sosok orang nomor dua di Kota Patriot ini bukan sekadar seremoni. Harris memanfaatkan momentum tersebut untuk mengapresiasi kemandirian Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang tidak hanya fokus pada urusan ibadah ritual, tetapi juga peka terhadap kondisi sosial ekonomi warga sekitar.

Dalam sambutannya, Abdul Harris Bobihoe memberikan nilai tinggi bagi pengurus Masjid Al-Ikhlas yang mampu menghadirkan dampak nyata bagi lingkungan.

“Tentunya kami mengapresiasi tinggi kegiatan yang baik ini. DKM melakukan berbagai macam kegiatan sosial, bukan saja dalam hal dakwah namun juga dapat hadir di tengah masyarakat. Menebar manfaat bagi lingkungan sekitar adalah wujud nyata keberkahan,” ujar Harris di hadapan jamaah.

Ia berpesan agar spirit berbagi di bulan suci ini tidak menguap begitu saja saat Ramadan usai. Menurutnya, nilai-nilai Ramadan harus diimplementasikan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari sebagai indikator peningkatan ketaqwaan seseorang.

Di sela-sela suasana penuh kegembiraan santunan, Harris Bobihoe menyisipkan pesan yang menyentuh empati jamaah. Ia mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk sejenak menundukkan kepala, mengirimkan doa terbaik bagi para korban bencana tanah longsor yang baru-baru ini melanda wilayah Bantargebang.

“Di tengah kebahagiaan kita hari ini, jangan lupakan saudara-saudara kita yang sedang diuji musibah. Mari kita doakan para korban bencana longsor di Bantargebang agar diberikan kekuatan dan kesabaran,” ajaknya dengan nada bergetar.

Ajakan doa bersama ini menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap pembangunan kota, ancaman bencana akibat cuaca ekstrem masih menghantui wilayah pembuangan akhir dan pemukiman sekitarnya di Bekasi.

Harris berharap, berbagai kegiatan positif yang menjamur selama Ramadan di Kota Bekasi bisa menjadi ‘stimulus’ bagi transformasi karakter masyarakat menuju arah yang lebih baik. Baginya, Ramadan adalah laboratorium sosial untuk mencetak pribadi yang lebih peduli dan responsif terhadap kesulitan sesama. (ADV)