Dinilai Mengganggu Kesehatan, Warga Perumnas 2 Bekasi Tolak Keras Kehadiran TPS 3R

Penulis: TH Gibson Sirait

BEKASI, MEDIASI.COM – Warga Perumnas 2 Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, menolak keras kehadiran Tempat Pengolahan Sampah – Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R). Alasannya, keberadaan TPS 3R tersebut dinilai sangat mengganggu terhadap kesehatan warga sekitar.

Menurut warga sekitar, rencana pembangunan TPS 3R di lahan fasos fasum Lapangan BIMBA Perumnas 2 tersebut diawali dengan adanya undangan rapat kepada warga pada 18 Februari 2026 perihal pembahasan pembentukan TPS- 3R. Kemudian pada 23 Februari 2026 dilanjutkan pembahasan di kantor Sekretariat RW 09. Undangan ditandatangani Lurah Kayuringin Jaya, Ricky Suhendar. Sedangkan rapat dipimpin Engkus Kustara Kepala Seksi Pemerintahan mewakili Lurah Kayuringin Jaya didampingi Ketua RW 09 Widi bersama Ketua RW 08 dan Ketua RW 07.

Dalam rapat diuraikan terkait pembangunan TPS 3R sekaligus pembetukan TPS – 3R sampai dapat dioperasikan. Setelah mendengar uraian dan pemaparan, warga khususnya para kaum ibu dengan serentak berdiri bersama – sama mengatakan menolak adanya TPS 3R di lokasi tersebut, walapun bangunannya sudah selesai.

“Kami menolak keras adanya TPS 3R karena dampaknya sangat mengganggu kesehatan kami selaku warga lingkungan. Jika terus ini dipaksakan kami akan demo ke Pemkot Bekasi maupun ke DPRD,” kata warga.

Ketika masalah ini dipertanyakan Ketua RW 09 Widi hanya mengatakan dengan singkat, sedang dipersiapkan pernyataan sikap warga sesuai keputusan rapat. Kemudian salah satu warga yang juga Direktur LBH BENTENG PERJUANGAN RAKYAT mengatakan, dari awal lahan tersebut sudah salah peruntukannya, seharusnya untuk kepentingan warga, seperti taman, fasilitas kesehatan, pendidikan dan tempat ibadah dan lainnya.

Menurutnya, untuk pendirian TPS 3R tidak boleh di lingkuhan perumahan yang padat penduduk dan jaraknya berdekata. Pendirian itu harus mengikuti aturan dan prosedur, dimana lolos studi kelayakan, harus ada surat pernyataan dukungan dari warga sekitar (Warga Perumnas 2).

“Jika penolakan warga tidak diindahkan maka LBH akan memimpin demo bersama warga di Pemkot maupun di DPRD Kota Bekasi,” katanya. (Gibson S)