BALIGE, MEDIASI.COM – Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus meminta agar rumah dan toko (Ruko) yang dibangun pemerintah bagi masyarakat yang terdampak pembangunan venue F1H2O, segera didistribusikan. Hal ini disampaikan saat memimpin apel gabungan di halaman kantor bupati, Senin (5/5/2025).
“Itu sudah dibangun empat tahun lalu dengan jumlah 34 pintu, tapi sampai sekarang tidak digunakan. Kemarin sudah kita bahas dan mari kita cari formula yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Audi Murphy Sitorus.
Selama ini, para penerima Ruko tersebut meminta agar mereka tidak dibebankan biaya retribusi ditahun-tahun pertama, hal ini karena mereka belum mendapat penghasilan dari bangunan tersebut.
“Sebelumnya mereka berpenghasilan dari bangunan yang mereka tempati. Karena itu mereka meminta di tahun-tahun pertama mereka tidak dibebankan biaya retribusi, saya kira itu masih permintaan yang ideal,” ujar Audi Murphy kepada wartawan usai pelaksanaan apel.
Murphy menambahkan bahwa jika distribusi bangunan tersebut semakin lama, maka akan memberi kerugian terhadap negara. “Kita upayakan tahun ini tuntas,” ujarnya menambahkan.
Selain menyoroti hal tersebut, Wakil Bupati Toba juga menyoroti peserta BPJS Kesehatan yang ditanggung oleh pemerintah. Ia meminta agar para peserta BPJS Kesehatan yang sudah bertahun-tahun ditanggung pemerintah dapat beralih menjadi peserta mandiri.
“Mari kita sampaikan kepada masyarakat, bahwa menerima batuan itu bukan kebanggaan. Mereka harus berkembang jika menerima bantuan itu,” ujarnya kepada para ASN yang mengikuti apel gabungan. (MS)
Baca koranmediasi.com untuk mendapatkan berita aktual, baik lokal maupun nasional. Disajikan secara tegas, lugas, dan berimbang.
