BEKASI, MEDIASI.COM — Puskesmas Pengasinan kembali memperkuat komitmen pelayanan kesehatan masyarakat melalui kegiatan penyuluhan, edukasi, serta Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pelajar remaja. Kegiatan jemput bola kali ini menyasar siswa-siswi Sekolah Bina Karya Mandiri (BKM) di Jalan Raya Jatimulya No. 25, RT 004/003, Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Selasa (27/10/2026).
Penyuluh Kesehatan Puskesmas Pengasinan, Syarifah, mengungkapkan bahwa pelaksanaan CKG di SMK/SMA Bina Karya Mandiri berjalan dengan lancar. Melalui skrining ini, pihak puskesmas berhasil mendeteksi sejumlah kasus kesehatan pada anak usia sekolah, di antaranya kasus anemia serta temuan kadar gula darah yang cukup tinggi pada remaja.
”Alhamdulillah anak-anak di sekolah BKM ini secara umum terpantau aktif, namun dari hasil pemeriksaan di kelas tujuh terdapat temuan kasus anemia serta kadar gula darah yang perlu mendapat perhatian,” ujar Syarifah di lokasi kegiatan.
Kepala Puskesmas Pengasinan, drg. Fery Yuni, menjelaskan bahwa program CKG ini merupakan inisiatif Pemerintah Kota Bekasi yang diteruskan melalui Dinas Kesehatan dan dilaksanakan langsung oleh puskesmas dengan fokus menyasar usia produktif, khususnya anak-anak sekolah. Menurutnya, langkah ini sangat krusial mengingat maraknya tren Penyakit Tidak Menular (PTM) yang kini banyak dipicu oleh perubahan gaya hidup modern.
”Dari skrining yang kami lakukan, ditemukan angka kesakitan terkait hipertensi atau darah tinggi serta diabetes melitus pada usia remaja. Ini tentu sangat disayangkan dan menjadi perhatian kita bersama,” jelas Fery Yuni saat ditemui di lokasi.
Ia menambahkan, deteksi dini melalui CKG memungkinkan tenaga kesehatan untuk mengetahui gejala awal PTM pada anak-anak agar dapat segera ditangani secara cepat dan tepat. Oleh karena itu, Fery menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral, mulai dari pihak sekolah, orang tua, hingga para siswa itu sendiri.
Mengingat sebagian remaja mulai terpapar kebiasaan merokok yang dapat memicu risiko hipertensi dan gangguan paru-paru, kegiatan skrining ini idealnya dilakukan secara rutin setahun sekali pada tahun ajaran baru.
Selain pemeriksaan fisik umum, Puskesmas Pengasinan juga memberikan edukasi komprehensif terkait kesehatan reproduksi dan pencegahan bahaya zat adiktif serta narkoba. Langkah ini diambil untuk membentengi para pelajar dari dampak negatif penggunaan media sosial dan pergaulan bebas.
”Kami juga memberikan promosi kesehatan, termasuk edukasi reproduksi agar remaja tidak salah langkah, serta pemahaman mengenai bahaya zat adiktif. Di era digital saat ini, kemudahan akses informasi melalui gadget menuntut peran aktif orang tua dalam mengawasi anak-anak agar tidak lepas kontrol,” tegas Yuni.
Puskesmas Pengasinan berharap para orang tua semakin peduli dan memperketat pengawasan penggunaan gadget pada anak. Selain itu, orang tua diimbau untuk terus memenuhi asupan gizi seimbang guna mencegah stunting, memastikan anak tumbuh sehat, aktif, serta tidak mudah sakit. (ADV/Hengki)
Baca koranmediasi.com untuk mendapatkan berita aktual, baik lokal maupun nasional. Disajikan secara tegas, lugas, dan berimbang.
