Sekda Kota Bekasi Tegaskan Komitmen Pelaksanaan SPMB 2026/2027 Tanpa Hambatan

BEKASI, MEDIASI.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi, Junaedi, memimpin pelaksanaan apel pagi gabungan yang digelar di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Senin (11/5/2026). Agenda kali ini cukup padat, mulai dari penyerahan penghargaan prestasi olahraga, apresiasi kinerja pendataan wilayah, persiapan jelang Idul Adha 1447 H, hingga penegasan komitmen pemerintah terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027.

Pada sesi pertama, Junaedi secara simbolis menyerahkan piala penghargaan kepada para pemenang Open Archery Turnamen Bekasi 2026. Dalam kompetisi tersebut, kontingen PERPANI Kota Bekasi berhasil meraih gelar Juara Umum 1, disusul oleh DAD Archery di posisi kedua, dan PERPANI Kabupaten Bekasi sebagai Juara 3. Penghargaan ini menjadi bukti nyata dukungan penuh Pemerintah Kota Bekasi terhadap pengembangan bakat dan prestasi atlet lokal di cabang olahraga panahan.

Selain sektor olahraga, pemerintah juga memberikan apresiasi istimewa kepada lima petugas Pamor yang dinilai memiliki pencapaian tertinggi dalam pelaksanaan pendataan masyarakat. Kinerja mereka dinilai sangat krusial dalam memastikan validitas data kewilayahan yang menjadi dasar perencanaan pembangunan daerah.

Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H yang semakin dekat, dalam kesempatan yang sama juga dilaksanakan pelepasan Tim Terpadu Penyelenggaraan Kurban 2026. Tim ini dibentuk lintas instansi yang meliputi Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jabar V, serta Kader Zoonosis.

Tim tersebut memiliki tugas utama melakukan pengawasan ketat terhadap kesehatan hewan kurban serta teknis pelaksanaan penyembelihan dan pendistribusian. Hal ini bertujuan untuk menjamin keamanan pangan hewani, kenyamanan, serta ketertiban masyarakat dalam melaksanakan ibadah kurban tahun ini.

Fokus utama arahan Sekda kemudian beralih ke sektor pendidikan, khususnya terkait pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027. Junaedi menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bekasi memikul tanggung jawab penuh untuk memastikan setiap anak usia sekolah mendapatkan akses dan fasilitas pendidikan yang memadai, baik di sekolah negeri maupun swasta.

Ia memastikan tidak akan ada kendala administratif maupun teknis yang disengaja untuk menghalangi keinginan warga dalam melanjutkan pendidikan.

“Komitmen kita adalah suksesnya program wajib belajar 12 tahun. Tugas pemerintah adalah menyiapkan segalanya. Intinya, jika ada warga yang ingin sekolah, kita wajib memfasilitasi. Tidak boleh ada hambatan yang memberatkan masyarakat,” tegas Junaedi.

Menutup arahannya, Junaedi memberikan instruksi tegas kepada seluruh pemangku wilayah, mulai dari tingkat Kelurahan hingga Kecamatan. Ia meminta jajaran pemerintah di lapangan untuk aktif memantau kondisi pendidikan di lingkungan masing-masing, guna memastikan tidak ada satu pun anak di Kota Bekasi yang putus sekolah.

“Kehadiran pemerintah harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pastikan data dan kondisi pendidikan termonitor dengan baik, sehingga target pendidikan yang telah ditetapkan oleh Kota Bekasi dapat tercapai secara maksimal,” pungkasnya. (Bon/ Dokpim)

Exit mobile version